
Faktasumut.com, Dairi – Polres Dairi, Polda Sumatera Utara tengah melakukan penyelidikan tentang maraknya peredaran judi Toto Gelap (Togel) di wilayah kerjanya. Hal ini ditegaskan Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, melalui Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkembang.
” Terima kasih atas info nya, unit reskrim polres dairi akan melaksanakan penyelidikan atas info tersebut ” tulis Syahril, Sabtu (05/09/2026).
Disinggung, bahwa peredaran judi togel diduga kuat bandarnya seorang oknum Kepala Desa berinisial B. Tarigan.
” Terima kasih info nya, unit Reskrim Polres Dairi akan menyelidiki infonya ” ujar Syahril.
Dilain sisi, narasumber media ini yang enggan dicatut namanya demi alasan keamanan menuturkan bahwa perjudian togel yang bandarnya diduga oknum Kepala Desa B. Tarigan masih tetap beroperasi hingga saat ini.
” Masih buka togelnya. Lihat saja diwarung – warung kopi ini, masih ramai itu tukang tulis togel ” ujar sumber media ini, Senin (07/09/2026).
Sebelumnya, beredar luas dikalangan masyarakat Kabupaten Dairi, Sumatera Utara bahwa oknum Kepala Desa (Kades) lebih fokus mengurusi bisnis perjudian daripada pelayanan masyarakat.
Adapun gurita bisnis judi togel tersebut tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Tigalingga.
Warga menuturkan oknum Kepala Desa tersebut berinisial nama B. Tarigan. Oknum sang kades disebut – sebut warga kebal hukum hingga nekat mengoperasikan bisnis ilegal.
” Disini taunya warga pemainnya itu ya Kades itu. Dia punya togel ” ucap warga.
Judi togel marak di Bukit Karo Kecamatan Tigalingga, Desa Tulak Raja Dusun Barisen dan Judi Togel di Desa Gunung Tua.
Dikutip dari pernyataan seorang pemuka agama baru – baru ini menuturkan tanggapan menohok tentang masifnya terduga bandar judi di daerah Kabupaten Dairi melakukan upaya pembodohan terhadap warga.
Dikutip media ini sebelumnya, Pendeta bernama Crista Barita Siahaan yang bertugas di Kabupaten Dairi, mengutarakan begitu masifnya perjudian dan dampak negatif terhadap psikologis bagi pecandu perjudian layaknya seperti kecanduan narkotika.
Dikatakan oleh Crista bahwa pengaruh judi sudah membuat jarak terhadap Tuhan sang pencipta semesta alam, bahkan membuat jemaat untuk jarang beribadah karena fokus mengurusi perjudian tersebut.
” Bukan hanya judi togel…
Bahkan hari Minggu tidak ke gereja karena lalap main judi. Sudah jadi tradisi mungkin.
Kalau saya sebagai pendeta disalah satu gereja yang ada di kecamatan di Dairi yang lapor tempatnya dimana kan ngak cocok ntar dikatain apalah atau ditanggapi seperti apa. Tapi ada aparat yang sudah diajari dan dilatih untuk itu pasti bisa tau itu dimana tempat dan siapa yang menjalankannya.
Hanya sekedar info saja…itu benaran ada, silahkan dicek lagi ” urainya.
Tambahnya, ia juga heran mengenai fenomena di tengah masyarakat belakangan ini. Entah itu hanya sekedar hiburan sebagai selingan misalnya saat maranggap atau kumpul keluarga atau memang sudah jadi kebiasaan dan bahkan sampai tidak pergi keladang atau bahkan menghabiskan uang yang dihasilkan dari ladang dimeja judi kata dia.
Crista Barita juga kerab menghimbau warga dan disampaikan melalui kotbah. Faktanya, belum pernah ada orang yang dapat membangun rumah karena judi, tapi yang menjual rumah karena judi itu banyak.
Dalam hal ini, warga jangan menggantungkan harapan pada selembar kertas togel untuk mendapatkan rejeki buat kehidupan sehari-hari, karena bandar togel tidak punya prinsip untuk memberikan keuntungan dan malah bertujuan menguras isi kantong yang mau dibodoh-bodohi dan memperkaya bandarnya saja
Dilain sisi, warga menuding jajaran Polres Dairi sudah terkontaminasi dengan dugaan uang sogokan sehingga sulit untuk menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.
” Macam gak kalian tau siapa yang main bos, bandarnya kan tak jauh dari kantor mereka.
Setorannya juga kan mereka terima.
Makanya jadi bagus cipta kondisi ini ” tuding warga.
Pun halnya di utarakan oleh N. Pasaribu baru – baru ini, ia mengklaim bahwa pernah menggeluti profesi yang bertentangan dengan aturan hukum itu sebelum akhirnya ia insyaf.
” Saya kenal bandarnya di Dairi, apakah Polres berani nangkap? ” tantangnya kepada petugas Kepolisian setempat dikutip media ini.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah oknum Kepala Desa B. Tarigan yang diduga terlibat dalam peredaran judi togel di Kabupaten Dairi tersebut, akan tetapi B. Tarigan tidak memberikan tanggapan resmi meski konfirmasi wartawan tampak telah dibaca.
Belakangan, B. Tarigan malah mengirimkan sejumlah link pemberitaan kepada kru Media ini tanpa memberikan penjelasan tujuan dari pengiriman link pemberitaan itu, wartawan mempertanyakan ulang, namun tidak direspon lagi hingga berita ini diturunkan oleh Redaksi. (Red/Tim).






