Faktasumut.com, Samosir – Aktivitas perjudian jenis Toto Gelap (Togel) yang diduga dikendalikan oleh seorang bandar berinisial HS disebut-sebut semakin marak di wilayah Kecamatan Onanrungu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Praktik perjudian tersebut bahkan dikabarkan telah merambah hingga ke sejumlah desa dan berlangsung secara terbuka di tengah masyarakat.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga terkait efektivitas penegakan hukum terhadap praktik perjudian yang secara jelas dilarang oleh peraturan perundang-undangan maupun norma agama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, banyak warga tergiur untuk terlibat dalam aktivitas togel karena berharap memperoleh keuntungan instan. Selain itu, berkembang anggapan di tengah masyarakat bahwa aktivitas perjudian tersebut relatif aman dan jarang tersentuh penindakan hukum.
Salah seorang juru tulis togel yang diwawancarai wartawan, yang identitasnya disamarkan dengan nama Rido, mengaku telah lama menjalankan aktivitas tersebut sebagai sumber penghasilan.
“Kami menulis togel ini sudah menjadi mata pencarian, Bang. Kata toke kami aman dan tidak ditangkap polisi, makanya kami berani. Biasanya kami mendapat bagian dari hasil penjualan setiap putaran,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/06/2026).
Menurutnya, perjudian togel yang beredar di wilayah tersebut memiliki tiga kali putaran setiap hari yang dikenal dengan sebutan Hongkong, Sidney, dan Singapore.
Rido juga mengungkapkan bahwa nilai transaksi dari satu juru tulis dalam satu putaran dapat mencapai jutaan rupiah. Keuntungan kemudian dibagi berdasarkan sistem persentase yang telah ditentukan oleh bandar.
“Di sini ada beberapa juru tulis. Belum lagi di desa-desa lain. Kalau dihitung keseluruhan, perputaran uangnya cukup besar,” katanya.
Informasi lain yang diperoleh menyebutkan bahwa jaringan perjudian tersebut diduga telah berjalan secara terstruktur, mulai dari koordinator lapangan hingga pihak-pihak tertentu yang disebut bertugas mengawasi jalannya aktivitas perjudian. Namun informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Sejumlah warga mengaku bahwa sejak aktivitas togel tersebut berkembang di wilayah Kecamatan Onanrungu, mereka belum pernah melihat adanya razia ataupun tindakan penertiban secara langsung.
“Setahu kami belum pernah ada razia. Aktivitas togel tetap berjalan seperti biasa,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warung diduga menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan perjudian togel, seperti buku tafsir mimpi dan kupon angka togel.
Maraknya aktivitas perjudian yang diduga berlangsung secara terbuka ini menimbulkan keresahan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dapat melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana perjudian.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam informasi warga terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut.
(RED/TIM).






