Faktasumut.com, Sumut – Peredaran judi Toto Gelap (Togel) di sejumlah daerah Sumatera Utara semakin tak terkendali pasca bendera togel logo Aseng Kayu (AK) mulai merambah masuk ke pelosok mengibarkan bisnis gelapnya di Tebing Tinggi, Siantar, dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Kecenderungan warga yang latah dan tergiur dengan iming – iming dan berharap menang, serta adanya opini yang dibangun ditengah masyarakat bahwa judi togel merek Aseng Kayu aman tanpa penindakan kepolisian sehingga warga nekat terang – terangan berlomba – lomba untuk melakoni Juru Tulis (Jurtul) Togel.
Menurut keterangan salah satu Jurtul yang diwawancara wartawan secara eksklusif sebut saja namanya Budi menerangkan bahwa ia mendapat upah dari bandar sebanyak 20 persen.
” Kami menulis togel ini sudah menjadi mata pencarian bang, karena aman kata toke kami nggak ditangkap polisi, maka kami berani. Biasa kami dapat 20 persen dari penjualan per 3 kali putaran dalam sehari ” ujar Budi kepada wartawan, Senin (26/01/2026).
Peredaran judi togel dengan tiga kali putaran itu disebut warga Hongkong, Sidney, dan Singapore.
Sangkin nyamannya warga melakoni usaha yang bertentangan dengan aturan hukum maupun aturan agama itu, di daerah Sergai tepatnya di Sei Rampah dalam satu Dusun saja juru tulis togel ditempatkan sebanyak 7 orang banyaknya.
” Dalam satu tukang tulis satu putaran mau mencapai satu jutaan lebih, dibagilah 20 persen sama kami. Disini Juru tulis saja ada 7 Jurtul. Belum lagi didesa yang lain” bebernya.
Informasi lainnya diperoleh, peredaran judi togel sudah terstruktur, mulai dari kordinator lapangan hingga oknum loreng sebagai pengawas hingga warga benar – benar yakin dan tak takut sangsi hukum. Perpanjangan tangan bandar besar logo togel Aseng Kayu di wilayah ini bernama Erik Siahaan ujar warga. Untuk bagian pengawas oknum loreng bernama Hendra terangnya.
Erik Siahaan dibeberkan warga yang berurusan dengan puluhan Jurtul, namun Jurtul tidak pernah berkomunikasi langsung dengan bandar logo togel Aseng Kayu.
Menariknya diceritakan warga, bahwa dulu sebelum bergabung logo togel Aseng Kayu, warga sudah menjadi Jurtul Togel dengan bandar yang berbeda merek Oppung (DM). Akan tetapi belakangan setelah merek Aseng Kayu masuk, seluruh Juru tulis tersebut ditakut takuti agar beralih, kalau tidak, warga yang masih nekat menulis togel dengan bandar yang lama maka akan ditangkap polisi.
Menariknya, ancaman tersebut cukup membuat Jurtul yang lama ciut dan bergabung dengan bandar yang baru logo Aseng Kayu.
Warga menerangkan bahwa sejak togel logo Aseng kayu mulai marak di wilayah ini belum pernah kepolisian setempat melakukan razia.
” Sejauh ini masih amanah belum pernah di razia. Bahkan bulan puasa pun tetapnya buka togel disini ” ujar warga.
Benar saja, amatan wartawan di sepanjang jalan Sei rampah ini warung – warung dilengkapi buku tafsir mimpi serta kupon togel.
Dikonfirmasi hal ini kepada Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Rakutta Sitepu melalui Kasat Reskrim Iptu Binrod Situngkir, akan tetapi sampai berita ini diturunkan redaksi pihak kepolisian setempat belum memberikan tanggapan resmi.
(RED/TIM).






