Faktasumut.com, Medan – Praktik dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi pemerintah ditemukan masih tetap beroperasi di Jalan Jati Rejo, Desa Sampai, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumut, Selasa (20/01/2026)
Padalah persoalan ini telah disampaikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan beberapa waktu yang lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan akan menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Kapolrestabes Medan, menanggapi laporan kru awak media ini bahwa Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak telah dikonfirmasi dan belum melakukan penindakan hukum.
” Dimana itu, dipercut? kalau mau cepat buat aduan atau laporan resmi, atau komplin laporkan ke irwasda saya kan gak tau, jadi saya harus cek dulu ke Poltabes. Saya tanya dulu sama Pak Kapolrestabes ” ujar Ferry Walintukan menjawab kru media ini.
Hasil pantauan wartawan, bahwa mobil tangki muatan solat masih kerab lalu lalang di arena lokasi gudang.
Informasi lainnya dihimpun, bahwa gudang tersebut milik seorang bermata sipit berinisial nama Alex. Hal ini diperoleh sesaat kru media ini melakukan upaya investigasi mendalam di seputaran lokasi.
Diberitakan sebelumnya, praktik dugaan kecurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang merugikan masyarakat luas ditemukan di Jalan Jati Rejo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Warga disekitar lokasi sudah sangat resah atas aktivitas yang ditimbulkan dari dalam areal gudang mulai dari bau minyak solar yang menyengat, berceceran tumpah di jalan raya, hingga menimbulkan bau menyengat yang mencemari udara.
Pantauan wartawan, mobil tangki berlis putih biru kerab keluar masuk ke lokasi pergudangan. Warga sekitar yang dimintai keterangan Iman G (40) menuturkan gudang tersebut sudah lama beroperasi dan belum pernah di sangsi hukum.
” Gudang penyimpanan minyak solar, dan pengolahan oli taunya warga, tapi kok ditimbulkan aroma menyengat seperti bau telur busuk gitu? ” ujar warga yang heran aktivitas dalam gudang di kenal warga tertutup itu.
Tambah warga, sangkin tajamnya bau menyengat itu, anak warga yang masih balita kerap menangis akibat bau yang luar biasa itu dilingkungan mereka.
” Sampe nangis nangis anakku, karena baunya, mirip bau gas menyengat ” saat berbincang dengan wartawan secara eksklusif.
Tambah warga bahwa minyak tersebut berasal dari wilayah belawan diangkut menggunakan mobil tangki roda 16 dan diturunkan kedalam gudang tersebut.
” Minyak diolah dimasukkan ke drum diolah di dalam gudang, dan penyimpanan minyak solar datangnya dari belawan. Mobil angkutannya saja tangki ada 16 unit didalam ” beber warga.
Sekitar dua bulan lalu, warga juga pernah komplin ke gudang tersebut, akibat warga yang sudah tidak tahan dengan gangguan aroma menyengat yang ditimbulkan atas aktivitas dari dalam gudang. Tidak hanya itu, angkutan minyak solar juga pernah tumpah berceceran dijalan raya hingga mengganggu pengguna jalan raya ucap warga.
Atas sejumlah persoalan tersebut, warga membeberkan kekhawatirannya atas pencemaran udara yang ditimbulkan dari pengoperasian dari dalam gudang yang memicu dampak serius bagi kesehatan warga sekitar. Tidak hanya itu, tentang lokasi gudang yang diduga dijadikan lokasi penimbunan BBM tersebut yang berdekatan dengan lingkungan warga juga dianggap berpotensi menjadi ancaman yang serius adanya kemungkinan terjadinya kebakaran akibat aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak di dalam arena gudang.
Sampai saat ini, kru awak media ini masih berupaya memintai keterangan penanggungjawab pergudangan maupun pemilik gudang mengenai dugaan penyelewengan BBM di areal gudang tersebut. Sebelumnya, kru awak media telah mendatangi lokasi gudang, akan tetapi terhalang dinding gudang yang tinggi serta pintu gudang yang selalu tertutup rapat.
Dimintai keterangan kepada Kepala Desa Sampali Muhammad Ruslan, akan tetapi sang Kepala Desa juga masih enggan berkomentar mengenai keresahan warganya itu.
Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan menyampaikan bahwa anggotanya sudah turun ke lokasi gudang namun gudangnya tidak beroperasi katanya.
” Lagi tutup katanya gak ada aktifitas itu hasil laporan anggota ” tulis Ras Maju menjawab konfirmasi wartawan.
Penegasan itu disampaikan AKP Ras Maju Tarigan setelah sebelumnya ia mengatakan akan mengecek informasi yang disampaikan kru awak media ini beberapa waktu yang lalu. Dilain sisi, keterangan yang disampaikan Rasmaju Tarigan bertolak belakang dengan fakta dilapangan. Bahwa aktivitas angkutan solar tersebut terpantau masih tetap berjalan seperti biasanya. (Red/Tim)




