Yulizar tidak Izinkan Kader Mengundurkan Diri Gara-gara Dukungan di Pilgub

banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Ketua DPW PPP Yulizar Parlagutan Lubis mengingatkan para pengurus dan kader untuk tidak mundur dari PPP karena dukungan PPP di Pilgub Sumut. Partai tidak patut disalahkan karena yang terjadi adalah kesalahan oknum DPP.
 
Hal ini ditegaskan Yulizar kepada wartawan dan para pengurus dan simpatisan PPP di Kantor DPW PPP Sumut Jalan Raden Saleh sekembalinya Yulizar dan pengurus lainnya dari DPP PPP di Jakarta. Saat ini, muncul banyaknya pengurus atau kader yang turut memprotes keputusan dukungan pada Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Protes ini diikuti dengan pengunduran diri.
 
"Tidak ada kader yang saya izinkan mengundurkan diri. Kalau ada kader yang mundur berarti banci," kata Yulizar, Kamis (11/1).
 
Menurut politisi yang akrab disapa  Puli ini, persoalan dukungan ini adalah persoalan di internal PPP. PPP bukan anti pada PDIP. Ia mencontohkan misalnya, di Pilkada Batubara, PPP mengusung Zahir, Bendahara DPD PDIP Sumut sebagai calon bupati.
 
Dalam konteks Pilgub Sumut kata Puli, DPW merekomendasikan ketiga nama ke DPP untuk diusung yakni Tengku Erry Nuradi, Nurhazizah Marpaung dan Syamsul Arifin. Ketiganya beragama Islam. "Kita tidak ada mengusulkan nama Djarot. Begitu pun kita tidak ada masalah dengan Djarot, asal muslim-muslim," jelasnya.
 
Keharusan mendukung calon muslim-muslim menurut Puli, adalah asas PPP selaku partai Islam. "Kita masih menunggu penjelasan dari DPP. Kita juga minta majelis syariah untuk turun," ungkapnya.
 
Karena sampai saat ini belum ada penjelasan, PPP Sumut masih belum mengambil sikap dalam rangka pemenangan pasangan Djarot-Sihar di Pilgub Sumut.
 
Soal pernyataan bahwa PPP mensyaratkan pasangan calon Gubernur Sumut dan Wakil yang mereka dukung harus berlatar belakang agama Islam, dibantah Ketua DPP PPP Ihsan Nahromi. Menurut Ihsan, kendati di Sumatera Utara penduduknya mayoritas beragama Islam tetapi yang beragama lain, seperti Kristen, tidak boleh diabaikan.
 
"Jadi itu tidak mutlak harus Islam dengan Islam untuk gubernur dan wakilnya, yakni beragama Kristen kan juga ada di Sumut," ujar Ihsan.
 
Tentang adanya upaya-upaya protes terhadap keputusan DPP dalam bentuk pembakaran foto Ketua Umum Romahurmuziy, Ihsan menyatakan bahwa hal itu tak lama lagi pasti kembali normal.
 
(GB/FAKTASUMUT.com)