Warga Keberatan Penembokan Sepihak Komplek Perumahan Zaman Belanda, Diduga Akan Dikuasai Mafia Tanah

banner 160x600

Women face

 
 
MEDAN, FAKTASUMUT.com - Komplek rumah zaman Belanda,berukuran 1.736 meter persegi, yang berlokasi di Jalan Mahoni Simpang Jalan Timor Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, terancam dikuasai mafia tanah.
 
Puluhan Kepala Keluarga ( KK),yang sudah menghuni rumah tersebut sejak tahun 1958 kini terancam tergusur dan kehilangan tempat tinggal.
 
Sejumlah orang,yang mengaku suruhan dari Ashari yang mengklaim pemilik lahan tersebut,Selasa pagi ( 20/3 ), tiba - tiba mendatangi kawasan itu dan langsung melakukan pemasangan tembok beton pada sebagian badan tanah di Jalan Timor.
 
Kondisi ini sontak memicu perlawanan dari penghuni rumah tua itu.
 
"Kami tidak tau apa - apa,tiba - tiba mereka datang melakukan pemagaran,dan ketika kami tanya,katanya suruhan dari orang atau pemilik tanah itu,yakni Ir Ashari", ujar Porie, didampingi warga.
 
Kepada Wartawan,warga di tempat itu menduga Urich Damanik,yang dulunya tinggal bersama mereka diduga sudah melakukan jual beli illegal kepada Ashari yang diketahui beralamat di Jalan Imam Bonjol Medan.
 
Hal itu dikuatkan dengan adanya surat selebaran muncul,yang isinya berupa pernyataan,bahwa Urich telah menerima ganti rugi Rp.100 juta namun yang diterima baru Rp.20.juta dan Urich juga sudah pindah dari tempat itu secara diam - diam.
 
Menurut Porie, di kawasan itu terdapat yayasan IMKA ( Ikatan Masehi Kristen Am), yang berpusat di Swiss. 
 
Dikatakan, munculnya surat sertifikat yang diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Medan dengan nomor 183/HGB/BPN -12.71/2017, tak terlepas dari peran mafia tanah yang berada di belakang Ashari.
 
"Jadi dengan bermodalkan surat asli dari Belanda yang hilang,itulah dasar Kantor Pertanahan Kota Medan,untuk menerbitkan HGB oleh Ashari, yang dilakukan Badan Pertanahan Kota Medan,tegas warga.
 
Karena itu, Porie dan para warga berharap,agar Pemko Medan, dapat mempertemukan mereka dengan Ashari, untuk membahas hal tersebut.
 
"Kami siap duduk bersama, karena itu kami minta Pemko dapat menjadi fasilitator dalam hal ini", pinta Porie.
 
 
1521541026-Fakta Sumut-WARGA TIMOR 2
 
 
Dicegat Preman
 
Wartawan yang melakukan peliputan dilokasi sempat dicegat dua orang berbadan besar, usai pengambilan poto di lokasi.
 
"Woi ngapai kalian poto - poto tempat ini, permisilah kalian kalau mau poto,"ujar kedua orang berperawakan tegap itu, sambil mendatangi wartawan yang hendak pulang.
 
Namun para wartawan berusaha tenang dan menjelaskan kepada kedua orang itu, dan selanjutnya pergi meninggalkan lokasi.
 
 
(GB/FAKTASUMUT.com)