Sumur Bor “IIegal” di Karo Perlu Ditelusuri  

No comment 145 views
banner 160x600

Women face

KARO, FAKTASUMUT.com - Meningkatnya pembuatan sumur bor ilegal untuk memenuhi kebutuhan air bersih sektor rumah tangga di Tanah Karo, Sumut, khususnya di Kecamatan Kabanjahe perlu evaluasi kembali dengan mengacu sesuai aturan yang berlaku.

Pasalnya, maraknya praktek pengeboran air tanah yang ada saat ini tidak hanya untuk kalangan sendiri namun sebagian besar dijadikan usaha industri menimbulkan banyaknya masalah di lingkungan kehidupan masyarakat di khawatirkan berpotensi terhadap Kesehatan masyarakat dan bencana amblasnya tanah.

Sekretaris Koordinator Wilayah Sumut Aceh LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia, Lamhot Situmorang Pande, kepada sejumlah wartawan, mengungkapkan maraknya praktek pengeboran air di Kabupaten Karo sudah lama terjadi, dan berpotensi menjadi bom waktu ditengah masyarakat.

"Jika tidak sedini mungkin disikapi oleh pihak berwenang dari jajaran Pemkab Karo, kita tidak tau apa yang akan terjadi, dan dikhawatirkan akan berujung masyarakat yang menjadi korban. "Dikatakan Lamhot kepada wartawan.

Menurutnya, dari ribuan titik mata air milik pribadi di Kabupaten Karo, khususnya di area Kecamatan Kabanjahe, Berastagi, Dolat Rayat, Tigapanah dan Merek, dinyatakan tidak memiliki izin dari Pemerintah Daerah pada saat pelaksanaan pengeborannya. 

"Berdasarkan data yang kita himpun dilapangan dari 5 (Lima) Kecamatan tersebut, hampir 2000 Kepala Keluarga yang penggunan air sumur bor diduga ilegal, "urainya.

Menyikapi kondisi ini, ia sangat berharap agar Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, segera membentuk tim khusus guna mendata para pengguna air bersih dari hasil sumur bor tanpa izin tersebut.

"Ini saya tekankan bukan semata-mata agar warga membayar kewajiban, melainkan, agar SKPD dalam bekerja melakukan sesuai dengan tupoksinya yang benar. Apalagi tugas mereka untuk menjalankan aturan dan perundang-undangan berlaku guna perlindungan sisi kesehatan dan meminimalisir bencana yang berpotensi dapat terjadi secara tiba-tiba. Karena yang saya lihat, system hantam kromo saja. Disamping pengujian kadar airnya menggunakan perangkat, Parameter Fiktip, analisis lingkungannya`pun Nihil. Hal itu sesuai peraturan di Pasal 67 Ayat (1) dan (2) UU No. 43 Tahun 2008, Tentang Air Tanah dan Keputusan Menkes RI No.907/Menkes/SKVII/2002, tentang standar baku air tanah untuk layak dikonsumsi masyarakat. "Ucap Lamhot.

Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisisnya dilapangan bahwa faktor utama maraknya pembuatan sumur bor di wilayah huniannya Kecamatan Kabanjahe, diduga maraknya terjadinya praktek korupsi senilai ratusan milyar rupiah menggunakan anggaran APBN dan APBD.

“Perlu saya jelaskan, secerdas apapun para pihak berkompeten menyembunyikan penggunaan anggaran yang notabennya bersumber dari sebagian uang rakyat secara murni itu dan setangguh apapun pondasi dugaan aksi konspirasi yang terbangun, akhirnya dapat dilihat dari fakta dilapangan saat ini. Kami temukan, pembangunan sarana air bersih untuk wilayah Kecamatan Kabanjahe, bahwa sejak 2 (Dua) tahun terakhir tepatnya akhir Nopember 2016, seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan ini, dinyatakan telah dialiri air bersih, "tambahnya.

Selanjutnya, kita juga sangat-sangat mengharapkan upaya apa yang akan diterapkan ketika hasil survey timnya menemukan cekungan pada permukaan tanah di wilayah permukiman masyarakat, khususnya warga di sekitar sumur bor wilayah kecamatan kabanjahe. "Kembali saya tegaskan, jika Bupati Karo dalam hal ini tidak menindaklanjuti temuan tersebut, maka itu sama saja dengan melawan rakyatnya. "Tutupnya sembari menitipkan salamkepada Distamben dan Dinas KLH Karo, melalui berita ini.

Sementara itu, Minggu, (1/10/2018), salah seorang dari pelaku yang diduga pengebor sumur ilegal berinisial Jul warga seputaran jalan Uka Kabanjahe, Karo, mengakui maraknya giat pengeboran ilegal (Tambang Gelap), selama bertahun - tahun di kabupaten karo.

“Pelaku ilegal ini bukan cuma saya kok bang, lebih dari 10 grup di tanah karo ini pegiat tambang ilegal air bersih. Kalau semua ditindak secara merata, sayapun sangat setuju bang. Saya juga akan ungkap siapa saja yang kami berikan berupa tanda-tanda takut,” ujarnya enteng.

Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang mantan pekerja inisial Phonnyrin, saat disambangi wartawan, Senin, (2/10/2018). Kepada wartawan, ex pakar Phonyrin berkilah, bahwa kata kunci mulusnya aksi illegal itu selama ini adalah uang.

“Kenapa mulus, ya pucuklah (uang) bang, makanya mau jadi kepala itu wajib berurusan dengan isiilah wani piro. Faktanya tidak tersirat bang, tapi dampak kenyataannya berakar serat hingga rakyat melarat. Percaya, monggo, gak percaya ora-opo,” tukasnya.

 

(RAMA, FAKTASUMUT.com).