Polres Asahan OTT Kepala RSUD Abdul Manan Simatupang

No comment 34 views
banner 160x600

Women face

KISARAN, FAKTASUMUT.com  - Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Manan Simatupang, Kisaran, dr Edi Iskandar terjaring operasi tangkap tangan (OTT), yang dilakukam oleh personel Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan, Kamis (9/11). 

DEdi Iskandar diamankan beserta 5 orang lainnya yakni Staf tata usaha Zubaidah, Bendahara Nurhazizah Tanjung, Kepala ruang instalasi  Laboratorium Agus Hariyanto, Staf Kamar Kartu Yusnizar Nainggolan, dan Nurmala yang juga staf kamar kartu.

Kasatreskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara didampingi Kanit Tipikor Polres Asahan Iptu Rianto, SH mengatakan, Edi Iskandar diringkus karena terindikasi melakukan pengutipan retribusi umum yang tidak sesuai dengan Peraturan daerah yang berlaku.

"Dimana seharusnya diberlakukan Perda Nomor 14 Tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Umum, akan tetapi pihak rumah sakit masih memberlakukan Perda Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Jasa Retribusi Umum yang sebagian isinya yaitu pembayaran pemeriksaan urin untuk  empat item terhadap pasien yang ingin melakukan tes narkoba. Menurut perda yang lama (perda nomor 12/2011) dikenakan biaya 250 ribu rupiah sedangkan Perda yang baru (14/2014) sebesar 150 ribu rupiah," kata AKP Bayu Putra Samara, Kamis (9/11) malam. 

"Seharusnya pasien yang ingin memeriksa keempat item tersebut dikenakan biaya 150 ribu rupiah. Namun ternyata dalam prakteknya selama 2015 hingga November 2017 dikutip 250 ribu rupiah dan juga terhadap retribusi lainnya," imbuhnya.

 

1510246421-Fakta Sumut-IMG-20171109-WA0048

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, Unit Tipikor akan memproses kasus ini, karena banyak masyarakat yang sudah dirugikan dalam kurun waktu tiga tahun belakangan.

"Lihatlah, seharusnya bayar lebih murah tapi pihak rumah sakit tetap menjalankan perda yang lama atau tidak berlaku lagi. Kan kasihan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Rianto menambahkan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukam tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.1.054.000 (satu juta lima puluh empat ribu rupiah). 

 

( IBUD/ FAKTASUMUT.com )