PB HMI Desak Kapolri Tindak Tegas Aparat Kepolisian Yang Represif Pada Aksi Mahasiswa

banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian segera menindak personilnya yang melakukan tindakan represif terhadap aksi mahasiswa di Bengkulu beberapa hari lalu.

"Apakah pihak kepolisian di Bengkuku telah menggunakan PROTAP penanganan aksi mahasiswa sesuai dengan prosedur yang berlaku?, jika tidak, maka Kapolri harus berani mengambil sikap tegas atas persitiwa tersebut ," kata Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) PB HMI Heru Slana Muslim saat ditemui dikawasan Sultan Agung, Jakarta, Rabu (19/9).

Heru menegaskan, tugas polisi sebagai pengayom masyarakat harus ditunjukan dalam tindakanya dilapangan, bukan hanya diatas kertas saja itu fungsi pelindung rakyat.

Tak hanya mendesak Kapolri, Heru juga menyampaikan PB HMI akan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi atas apa yang dilakukan pihak kepolisian terhadap peserta aksi di Bengkulu yang tidak lain adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu.

"PB HMI juga meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi atas kejadian di bengkulu, Jika ditemukan ada pelanggaran HAM, maka kami minta yang bersangkutan untuk diproses dengan seadil-adilnya," ujarnya.

Ia menghimbau kepada seluruh kader cabang yang tersebar di Indonesia agar selalu waspada dan tetap mawas diri dari berbagai aksi kontak fisik dengan kepolisian.

"Untuk kepolisian, sekali lagi kami dari PB HMI mengingatkan agar jangan main hakim sendiri, "pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya dari video yang beredar di Media Sosial grup WhatsApp HMI Conection Ketua Presidium KAHMI Bengkulu M Prihatno juga mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian.

 

GB/ FAKTASUMUT.com