Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Kota Medan Tidak Sanggup Memenuhi Kebutuhan Hingga Akhir Tahun 2017

banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Pasokan gas elpiji 3 kg di Kota Medan tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun 2017. Hal ini disampaikan oleh anggota DPD RI asal Sumatera Utara Parlindungan Purba saat melakukan sidak di salah satu agen gas LPG PT Deyfan Pertama Mandiri, agen penyalur gas 3 kg di Jalan Gaperta Ujung, Gang Melati, Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam sidak tersebut hadir pihak pertamina yang diwakili oleh Sales Executive Elpiji Wilayah Sumatera Utara, Ibrohim dan perwakilan dari Pemprovsu Rismaini dari Dinas ESDM.

Parlindungan mengatakan, data yang diperolehnya dari pihak pertamina menyebutkan Kota Medan hanya mendapat kuota gas elpiji 3 kg sebanyak 54.656 metrik ton (MT) untuk tahun 2017. Sementara hingga oktober 2017 sudah terpakai sekitar 53.263 Mt.

"Artinya tinggal 1.400 mt lagi yang ada. Kalau diratakan ini hanya stok untuk setengah bulan," katanya, Jumat (13/10).

Parlindungan menegaskan, kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak pertamina. Sebab, dalam dua bulan kedepan terdapat beberapa momen yang akan membuat kebutuhan gas elpiji 3 kg semakin meningkat.

"Desember itu kan sudah dekat disana ada banyak kegiatan yang memicu kenaikan kebutuhan gas seperti natal dan tahun baru. Pemerintah dan pertamina harus serius menyikapi ini," ujarnya.

Sejauh ini kata Parlindungan, pihak pertamina sudah menjalankan tugasnya dengan baik dalam menyalurkan gas elpiji 3 kg kepada masyarakat. Namun menurutnya masih ada persoalan besar yang juga menjadi tanggungjawab pihak pertamina seperti pengawasan terhadap pola distribusi.

"Ada sesuatu yang belum terbuka disini yang menyebabkan situasi harga menjadi tinggi. Pertamina dan pemerintah daerah periksalah kembali bagaimana pola distribusi soal gas 3 kg ini," sebutnya. 

Sales Executive Elpiji Wilayah Sumatera Utara, Ibrohim mengatakan pihak Pertamina selalu menyalurkan elpji sesuai dengan kuota dari pemerintah. Memang diakuinya terjadi lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu seperti Idul Fitri dan Natal.

"Pada momen seperti itu biasanya akan kita antisipasi lewat kegiatan fakultatif atau operasi pasar," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya kelangkaan gas elpiji 3 kg membuat warga menjadi resah di Kota Medan. Kelangkaan ini juga langsung memicu harga elpiji hingga mencapai Rp 25 ribu per tabungnya. Padahal data dari agen menyebutkan, harga elpiji 3 kg dari tingkat agen hanya Rp 14 ribu saat disalurkan ke pangkalan-pangkalan, kemudian ditingkat pangkalan menjadi Rp 16 ribu hingga harga Rp 18 ribu yang dianggap masih batas wajar.‎

 

 

(GB/ FAKTASUMUT.com)