Mahasiswa se Kota Medan Desak KPK Tangkap Penjahat Korupsi di Medan

banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk segera membersihkan Kota Medan dari para pelaku korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Kota Medan. Desakan itu disampaikan Plt Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mas'ud Silalahi dalam keterangan persnya Sabtu (2/9/2017).

Menurut Mas'ud, maraknya praktik korupsi perlu disampaikan lantaran masih ada pelaku korupsi yang saat ini masih menduduki jabatan strategis di Pemerintahan Kota Medan.‎ "Ada penjahat yang berpangkat terhormat disebut pejabat yang masih duduk di kursi Badan Eksekutif , Legislatif , Yudikatif di kota Medan. "Terang Mas"ud.

Harapan kami, mahasiswa mewakili rakyat Kota Medan agar KPK membersihkan Kota Medan dari para penjahat yang ibarat monyet memakai topeng manusia bukan manusia pakai topeng monyet,"ujar Mas'ud didampingi sejumlah aktivis mahasiswa lainnya yaitu, anggota senat mahasiswa UIN-SU Sujarwo,  Amarulloh Hasibuan mahasiswa UMSU, Uan Dalimunthe mahasiswa USU serta Kordinator Himpunan Mahasiswa Anti Korupsi Kota Medan M. Zainuddin.

Mas'ud menjelaskan rusaknya infrastruktur di Kota Medan karena maraknya praktek korupsi dan gratifikasi. Salah satu indikatornya adalah  adanya SKPD yang dipimpin oleh pejabat yang tidak berkualitas.

"Kami sebagai mahasiswa ingin kota ini maju, sejahtera dan nyaman. Namun bisa kita lihat sendiri, banyak jalan-jalan rusak yang jauh dari perhatian pemerintahnya. Sedangkan prasarana maupun fasilitas-fasilitas untuk kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat tidak dirasakan rakyat. Selain itu segala urusan kepentingan masyarakat kacau balau merugikan masyarakat. "Pungkasnya.

Kursi jabatan di jajaran Pemko Medan termasuk di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan, banyak yang diperjual belikan sehingga duduk menjabat tidak berdasarkan kualitas intelektual dan moralitas yang baik dan pantas. Tetapi duduknya pejabat tersebut dikarenakan nilai materi. 

"Ini yang menyebabkan bobroknya Kota Medan di segala lini karena korupsi dan gratifikasi atau suap telah merajalela. Sudah jelas ada guru atau ada raja koruptornya!" tuding Mas'Ud Silalahi.

Untuk itu ia telah konsolidasi dengan mahasiswa berbagai Universitas di Jakarta, dan kami massa mahasiswa dari Medan dengan Jakarta akan lakukan gelar aksi di KPK Pusat. Sebagai dukungan simpatisan penuh terhadap KPK sekaligus kami mengantarkan dan membuka atau melepaskan beberapa jenis kasus yang baru lagi yang telah kami pegang datanya selain kasus-kasus lama Podomoro, Center Poin dan lainnya yang masih terpendam dan belum diselesaikan proses hukumnya.

Hal senada juga disampaikan Zainudin yang mengatakan, saat ini sedang menunggu momen yang pas dari tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap kasus-kasus korupsi lama pejabat sekaligus penjahat kota Medan itu. “Jika KPK sudah bertindak sembari itu kami akan timpa kasus-kasus yang baru lagi agar penjahat korup yang kami maksud itu ditahan seumur hidup."Jelasnya.

“Apakah KPK Ganyang Walikota Medan Dzulmi Eldin?. Dan bagaimana kritisi mahasiswa Kota Medan?. "Tutup Zainuddin. Daulay Kordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Kota Medan.

 

(GB/FAKTASUMUT.com)