Laskar Nawacita Seknas JOKOWI Siap Bantu Masalah Kemanusiaan Rohingya

banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Seknas JOKOWI melihat kekerasan di Rakhine antara pemeluk Budha dan Islam terjadi sejak konflik komunal meletus 2012. Operasi militer yang massif mulai dilakukan pada Oktober 2016 di Maungdaw, di tempat etnis Rohingya mayoritas tinggal. Militer melakukan kejahatan kemanusiaan, pemerkosaan massal, pembunuhan, termasuk bayi dan anak-anak, penyiksaan, penculikan brutal dan ratusan tewas.

Ketika serangan para militer yang gila-gilaan terjadi dua tahun lalu, dunia tak mengecam Suu Kyi sekalipun tak ada yang ia lakukan. Hal itu karena Suu Kyi telah berkuasa dan memimpin, tapi belum berkuasa penuh. Ia diam seribu bahasa. Dunia berpendapat Suu Kyi butuh waktu mengelaborasi kekuasaannya yang 14 bulan lalu.

Namun, setelah berkuasa penuh, masih sama dengan dua tahun lalu. Tak ada jejak pro demokrasi pada kebijakannya. Adanya pembatasan Pers yang dulu membelanya. Suu Kyi adalah Suu Kyi, seorang pemimpin yang tak pantas memimpin demokrasi. Suu Kyi yang merupakan anak mantan Perdana Menteri Pertama Myanmar. Suu Kyi naik bukan karena pencapaian dirinya sendiri. Suu Kyi si penerima Nobel tak beda dengan Junta Militer di Myanmar..

Apa yang terjadi di Rakhine membuat  Pemerintah RI bersikap untuk membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State. Mentri Luar Negri Republik Indonesia telah menyampaikan keprihatinan dan seruan agar semua kekerasan harus dihentikan. Proteksi harus diberikan kepada semua umat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Laskar Nawacita Seknas JOKOWI, Rudi Hartawan Tampubolon SE, menyatakan siap membantu Pemerintah RI dalam hal kemanusiaan. Laskar Nawacita rencananya akan menyiapkan seratus relawan dan bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, selimut dan lainnya untuk Rohingya. “Ucap Rudi, Minggu 3 september 2017.

Menurutnya, konflik tersebut harus segera berakhir dan diharapkan semua pihak segera turun tanggan untuk menyelesaikannya, termasuk Laskar Nawacita JOKOWI.

“Kami siap berkoordinasi dengan Kemenlu RI maupun Lembaga Kemanusiaan lainnya agar beban yang dipikul rakyat Rohingya berkurang. Sebagai Negara ASEAN, wajib hukumnya membantu tetangga yang lagi kesulitan, “Tegas Rudi.

 

(GB/ FAKTASUMUT.com)