Ketum PPP : Kampanye Negatif Menimbulkan Perpecahan

No comment 41 views
banner 160x600

Women face

MEDAN, FAKTASUMUT.com - PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) menginginkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 dapat memberikan kesenangan kepada seluruh rakyat Indonesia.

"PPP mendorong bagaimana kampanye saat Pemilu dan Pileg 2019 menjadi kampanye positif, karena itu kita mengecam pimpinan parpol  yang menggulirkan kebijakan kampanye negatif," ujar Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy di Hotel Polonia, Medan, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya, kampanye negatif yang digulirkan oleh partai lain malah akan membuat perpecahan sesama bangsa Indonesia.

"Kampanye negatif akan memecah belah persaudaraan bangsa dan menggangu persahabatan dalam kerangka Indonesia. Padahal,mestinya pileg merupakan pesta demokrasi yang menyenangkan bagi seluruh rakyatnya," jelasnya.

Mengenai penggunaan kampanye negatif pertama kali dicetuskan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman.

Ketua DPP PKS Wilda Sumut, Tifatul Sembiring sempat meluruskan pernyataan Presiden PKS itu. Bahkan, saat Sohibul Iman menyampaikan materi tersebut, ia berada di dekatnya.

Kata Tifatul, saat itu Sohibul menyebut ada tiga jenis kampanye. Pertama, positif kampanye. Kedua, negatif kampanye dan terakhir kampanyw hitam.

Mantan Menkominfo itu menambahkan positif kampanye dalam arti menyampaikan apa yang sudah dilakukan. Negatif kampanye mengkampanyekan tentang apa yang belum dilakukan oleh pesaing yang sesuai kenyataan. Sedangkan kampanye hitam ialah kampanye yang tidak dibenarkan karena yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Menyampaikan apa yang belum dilakukan oleh pesaing masa tidak boleh. Itu boleh saja kalau sesuai dengan kenyataan," jelasnya.

 

(GB/ FAKTASUMUT.com)