Kapolri: Selama Ngunduh Mantu Waspadai Terorisme

No comment 13 views
banner 160x600

Women face

Kapolri Jenderal Pol M Tito Karnavian. (Foto/Ist )

 

MEDAN, FAKTASUMUT.com - Seluruh personel pengamanan ngunduh mantu yang digelar besan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) diimbau untuk mewaspadai aksi terorisme. 

Hal itu diutarakan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyambangi Polrestabes Medan, Jumat (24/11). Imbauan itu disampaikan Tito mengingat di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di Medan sudah beberapa kali terjadi aksi teror.

"Rencana pengamanan ngunduh mantu saya lihat sudah cukup baik. Begitu juga dengan koordinasi lintas instansi seperti Kodam I/BB juga sudah cukup baik. Kita harapkan jangan sampai ada gangguan keamanan terutama terorisme. Karena kita ketahui di Medan sudah beberapa kali terjadi aksi teror,"kata Tito setelah menggelar rapat rencana persiapan pengamanan ngunduh mantu di Mapolrestabes Medan.

Guna mengantisipasi aksi teror, Tito menyatakan pihaknya telah menurunkan tim dari jajaran Intel, Densus, Reserse, Mabes dan Polda. Tak hanha soal aksi teror, kelancaran arus lalu lintas juga menjadi fokus perhatian pihaknya.

"Kita berusaha membuat rekayasa lalu lintas agar tidak mengganggu kenyamanan publik secara signifikan. Mungkin yang agak rawan macet nanti saat kirab budaya," ujarnya.

"Dalam hal ini saya minta ada jajaran Poldasu dan Polrestabes Medan untuk mensosialisasikan akan ada rekayasa lalu lintas,"timpal Tito.

Sosialisasi itu, menurutnya sangat penting. Selain adanya rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir dan pengalihan arus juga harus dipublikasikan. 

"Publik harus tahu, mereka harus parkir di kantong parkir bukan di lokasi acara yang nantinya bakal menyebabkan kemacetan,"sebutnya.

Ia juga mengimbau jajarannya dalam hal ini Polda Sumut  dan Polrestabes Medan agar mewaspadai tindak kejahatan konvensial di kantong parkir. Misalnya copet, jambret dan pencurian kendaraan bermotor. Jangan sampai masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di kantong parkir hilang. 

"Jangan sampai masyarakat yang ingin mengambil kendaraannya kacanya pecah, mobilnya hilang. Jangan sampai terjadi demikian. Jaga itu," perintahnya. 

 

( IBUD/ FAKTASUMUT.com )