Jelang HBKN 2018, Kemendag Gelar Rakorda di Aceh

No comment 112 views
banner 160x600

Women face

ACEH, FAKTASUMUT.com -  Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018, Kementerian Perdagangan turun langsung memantau kesiapan daerah menjelang Puasa dan Lebaran 2018 di Aceh, pada Kamis (19/4). Kali ini, Mendag diwakili Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dengan tema “Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H.

"Rakorda ini merupakan langkah Kemendag menjalankan arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas (ratas) pada 5 April 2018 dan tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018 silam, "ujar Oke. Dalam Rakornas tersebut, Dirjen Daglu menyampaikan arahan Mendag empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini.

Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antar pulau. Selanjutnya melalui penatalaksanaan, yaitu melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha, fasilitasi dengan BUMN & pelaku usaha, serta penugasan BULOG.

Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan pada (H45)-(H-30) sebelum puasa. Langkah Ketiga, melalui Pemantauan dan Pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag bersama Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Langkah terakhir adalah melalui upaya khusus, yaitu dengan penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. Pada kunjungannya ke Aceh, Oke berkesempatan meninjau langsung harga bapok ke Pasar Peunayong dan Pasar Ulee Kareeng.

Berdasarkan hasil pemantauan per 19 April 2018, harga bapok di Provinsi Aceh masih relatif stabil. Tercatat harga di pasar rakyat untuk beras medium Rp 9.500/kg dan beras premium Rp 13.000/kg, minyak goreng curah Rp 10.500/liter, minyak goreng kemasaan sederhana Rp 11.000/liter, Kemudian untuk daging sapi di harga Rp 120.000/kg, daging ayam Rp 45.000/ekor, gula Rp 12.000/kg, bawang merah Rp 18.000/kg, bawang putih Rp 38.000/kg, telur ayam ras Rp 35.000/papan (30 butir). Kemudian Oke meninjau stok beras di Gudang Bulog Divre Aceh. Berdasarkan hasil pantauan stok beras di gudang BULOG Divre Aceh mencapai 14.890 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan bulan Puasa dan Lebaran 2018.

Oke juga berkesempatan minjau ritel Suzuya. Di ritel tersebut harga bapok telah sesuai dengan kebijakan HET yang telah ditentukan. Untuk Aceh, HET gula yaitu Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/kg, minyak goreng curah Rp 10.500/liter, beras medium Rp 9.950/kg, dan beras premium Rp 13.300/kg.

Imbauan kepada Pemerintah Daerah

Dalam Rakorda, Oke juga menghimbau pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk berperan aktif menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok di wilayah masing-masing, khususnya menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H.


Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, antara lain meningkatkan jumlah distributor terdaftar yang ada di wilayahnya melalui Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi (TDPUD) Bapok, mendorong pelaporan stok oleh distributor terdaftar sesuai Permendag 20/2017, serta melakukan pencatatan stok dan konsumsi di daerah untuk mengetahui kondisi surplus/defisit bapok melalui Sistem Informasi Perizinan Terpadu (SIPT) di alamat http://sipt.kemendag.go.id.

“Apabila pelaku usaha distribusi tidak melakukan pendaftaran sanksinya adalah rekomendasi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, sedangkan apabila pelaku usaha distribusi terdaftar tidak menyampaikan laporan tanda daftar akan dibekukan paling lama 30 hari kerja oleh pejabat penerbit,” tegas Oke.

 

(GB/ FAKTASUMUT.com)