Jalur Evakuasi Sinabung Kutambelin Ancam Keselamatan Warga

No comment 158 views
banner 160x600

Women face

KARO, FAKTASUMUT.com - Sebagai akses jalur evakuasi bagi warga Desa Kutambelin dan Kutarayat Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akses jalan evakuasi gunung sinabung yang baru saja di kerjakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017, kini sudah dalam keadaan rusak. Hal ini diketahui berdasarkan investigasi salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang terjun kelokasi jalan.

Khawatir dengan kondisi jalur evakuasi ini, Surbakti salah seorang warga Desa Kutambelin meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki kondisi jalan evakuasi tersebut. 

"Seingat kami pembangunan jalan ini baru selesai dikerjakan oleh Pemda Karo. Namun dalam hitungan beberapa bulan saja setelah di kerjakan jalan ini sudah rusak parah, terlebih di turunan yang bertikungan tajam yang menghubungkan ke Desa Kebayakan," kata warga setempat yang mengaku bermarga Surbakti. 

Ia juga menambahkan, kondisi jalan tepatnya turunan curam yang bersebelahan dengan jurang tidak terpasang pembatas jalan, rambu-rambu marka jalan, serta lampu jalan khususnya di tikungan menurun.

"Mungkin hal ini dianggap remeh oleh Pemda Kabupaten Karo, mengingat letusan besar gunung sinabung yang meletus besar beberapa bulan lalu terjadi persis pada malam hari. Warga panik dan bingung menyelamatkan diri mereka, saat ini masih aman !!, tapi nanti  jika terjadi sesuatu siapa yang bertanggung jawab," imbuhnya.

Brama ginting, salah seorang Lembaga Swadaya Masyarakat yang turun meninjau kelokasi jalan mengatakan, proyeks tersebut dikerjakan  dengan biaya puluhan milyaran rupiah menggunakan Dana Alokasi Khusus dan APBD tahun 2016-2017, untuk membangun Akses jalur evakuasi gunung sinabung,

“Hasil pengerjaan jalur evakuasi di rasakan hanya pemborosan anggaran saja dan terkesan asal-asalan.  Jika kita mengkaji sesuai Petunjuk Teknis, pembangunan jalur evakuasi tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan standart, “ucap Brahma yang juga aktifis organisiasi kepemudaan di Karo.

Menurutnya pembangunan jalur evakuasi ini layak untuk di audit olek KPK, kerena dana yang dipakai untuk pembangunannya menelan anggaran puluhan milyar rupiah. Apalagi jalur evakuasi tersebut tidak seluruhnya di Hotmix (Aspal Beton), hanya 40 persen saja sisanya sekitar 60 persen dari keseluruhan panjang jalur evakuasi yang dibangun menggunakan aspal.

“Pengerjaan jalan itu jelas salah, apalagi jika kita merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 19/PRT/M/2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan. Kemudian anjurannya diperkuat dengan UU RI No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bahwa Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. Preservasi sebagai kegiatan untuk menjaga kondisi jalan, termasuk didalamnya adalah pemeliharaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan. “Ucapnya.

Selanjutnya, Brama Ginting mempertegas uraian UU Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, hal itu dituangkan dalam Ketentuan umum Pasal 1 ayat (3,6) Pencegahan Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana, “tutupnya.

 

(GB/FAKTASUMUT.com)