Hari Ini KPU Sumut Buka Penerimaan Berkas Persyaratan Paslon Perseorangan

banner 160x600

Women face

Anggota KPU Sumut Benget Silitonga saat memberikan keterangan terkait dibukanya penerimaanberkas calon perseorangan Pilgub Sumut. (Gb/Fak) 
 
MEDAN, FAKTASUMUT.com - Terhitung mulai Rabu (22/11) KPU Sumut mulai membuka tahapan penerimaan berkas persyaratan pasangan calon (Paslon) perseorangan di Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. KPU mengingatkan agar para Paslon perseorangan memastikan jumlah minimal sudah sesuai persyaratan. 
 
Anggota KPU Sumut Benget Silitonga kepada wartawan di KPU Sumut mengungkapkan, berdasarkan tahapan, jadwal dan program KPU Sumut, tahapan penerimaan berkas persyaratan Paslon perseorangan  dibuka hari ini 22-26 November. 
 
Dikatakannya, setelah diserahkan, hal yang pertama dilakukan KPU adalah mengecek jumlah syarat minimal apakah memenuhi persyaratan minimal didukung 765.048 pemilih. Setelah verifikasi jumlah, maka selanjutnya berkas dukungan Paslon perseorangan akan diverifikasi secara administrasi dalam hal ini, KPU akan memastikan kesesuaian dukungan dengan bukti dukungan berupa fotokopi KTP Datau surat keterangan (Suket) dari Disdukcapil. "Apakah data pendukung terdaftar dalam DPT, atau DP4. Karena syarat pendukung harus terdaftar sebagai pemilih, kita cek kesesuaian KTP," kata Benget, Rabu (22/11).
 
Setelah jumlah dan administrasinya terpenuhi, maka berkas dukungan akan diturunkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk diverifikasi secara faktual. Verifikasi secara faktual dilakukan untuk memastikan keabsahan dukungan yang diserahkan. 
 
Dalam Pilgubsu kali ini, ada satu perbedaan yang cukup mendasar dalam penyerahan berkas persyaratan Paslon perseorangan yakni aplikasi pencalonan (Silon). Tim Paslon perseorangan diwajibkan menginput data dukungan ke Silon. 
 
Menurut Benget, Silon akan mendeteksi otomatis kegandaan internal maupun kegandaan eksternal. Kegandaan internal adalah satu orang mendukung lebih dari satu kali pada satu Paslon. Silon akan otomatis menghitung satu dukungan. Sedangkan kegandaan eksternal adalah satu orang memberikan dukungan pada lebih dari satu Paslon. Apabila ditemukan kegandaan ini, akan diverifikasi secara faktual kepada pendukung yang bersangkutan kemana dukungannya. 
 
Ia menambahkan, Silon adalah terobosan baru dari KPU yang dipergunakan sejak 2015 guna memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemilu. Ia mengakui bahwa selama ini, KPU kerap dituding memanipulasi berkas dukungan Paslon perseorangan agar memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai Paslon. "Dengan sistem yang ada sekarang, semua data dukungan diinput Silon, maka bisa dipastikan satu dukungan untuk satu Paslon. Dulu satu dukungan tidak bisa dipastikan untuk satu Paslon," paparnya.
 
Ia menegaskan, bahwa tahapan 22-26 November ini adalah tahapan penyerahan persyaratan dukungan Paslon perseorangan dan bukan pendaftaran. Setelah penyerahan ini, akan ada rekapitulasi berjenjang hingga tingkat provinsi. Kemudian akan ada perbaikan atas kekurangan syarat dukungan. 
 
Setelah Paslon perseorangan dinyatakan memenuhi syarat, maka Paslon perseorangan bisa mendaftar bersama dengan Paslon yang diusung parpol pada 8-10 Januari.
 
 
( GB/ FAKTASUMUT.com )