DPD RI Minta Pemerintah Tegas Terhadap Pasokan Gas di KIM II Medan.

banner 160x600

Women face

FAKTASUMUT.com, MEDAN  - Pemerintah diminta tegas untuk memastikan pasokan gas di Kawasan Industri Medan (KIM) II berjalan normal kembali, agar sejumlah pabrikan yang sudah 16 hari produksinya terganggu kembali normal dan berdampak, terhadap ratusan karyawan atau pekerja pabrik yang terancam di rumahkan.

Demikian disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba kepada wartawan saat melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah pabrik di KIM II sekaligus menampung masukan aspirasi para pengusaha KIM di PT Jui Shin Indonesia (JSI), Jumat (22/12) 

Berdasarkan surat perjanjian antara pengusaha dengan PGN besok Sabtu (23/12) pasokan gas akan berjalan normal kembali.

"Jika ke depan, pasokan gas ke KIM II belum juga berjalan normal, saya khawatir pengusaha dan masyarakat class action selaku warga negara kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait seperti Pertagas Niaga, PGN dan lainnya. Ini sudah merugikan dan tidak boleh terjadi lagi," pungkasnya.

Terkait hal ini, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Direktur Pertamina dan Dirjen Migas, saya yakin kedepan ini sudah normal kembali.

Lebih lanjut, Ketua APINDO Sumut ini juga mengimbau agar pemerintah serius memperhatikan permasalahan gas di Sumut, di mana kemarin bermasalah seputar harga, namun kini malah gasnya hilang atau tidak normal.

Ia juga menyampaikan kelangkaan gas sudah berkali-kali terjadi di Sumut. Ironisnya, saat ini Sumut tidak memiliki tangki yang besar untuk mencadangkan gas di daerah ini, sehingga terus mengandalkan pasokan gas dari Arun. Ini tidak efesien. 

"Kedepannya, pemerintah harus serius memikirkan gas di Sumut. "Tutupnya.

 

 

(GB/FAKTASUMUT.com)