Berpotensi Rugikan Negara Hingga Ratusan Juta Rupiah Kades RIMO BUNGA Resmi Dilaporkan

banner 160x600

Women face

 

KARO, FAKTASUMUT.com - Kepala Desa RIMO BUNGA, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, Pasti Sembiring bakal berurusan dengan Kejari (Kejaksan Negeri) Karo. Pasalnya, Pasti Sembiring dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara (DPC L.A.I – BPAN) Kabupaten Karo. Diduga telah melakukan tindak pidana melawan hukum atau tindak pidana Korupsi pada penggunaan Dana Desa (DD) Rimo Bunga Tahun Anggaran (T.A) 2017 lalu.

Kasus Dana Desa RIMO BUNGA resmi dilaporkan oleh Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara (L.A.I – BPAN) Kabupaten Karo. Laporan Pengaduan dugaan Korupsi pada kegiatan Perkerasan Jalan (Telfot) RIMO BUNGA, yang menggunakan DD, Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp.762.343.000,- (Tujuh Ratus Enampuluh Dua juta Tigaratus Empatpuluh tiga ribu rupiah) diterima langsung oleh Kepala Kejaksan negeri Karo, Gloria Sinuhaji,SH.,MH didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejaksan, Arif Kadarman,SH, baru-baru ini di kantor Adhyaksa, jalan Letnan Jendral Jamin Ginting’S Kabanjahe.

Pembangunan Desa Rimo Bunga melalui kegiatan Perkerasan jalan (telfot) yang sumber dananya dari DD, sudah menjadi masallah semejak pelaksanaan, dan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat setempat. Kecurigaan warga semakin menjadi-jadi, saat terungkapnya Dana Desa berjumlah ratusan juta rupiah disimpan di ‘Kantong’ pribadi Sekretaris desa ( seperti yang telah diberitakan beberapa media).

Masyarakat bertambah geram, saat pelaksanaan pembangunan desa Rimo Bunga, dengan kegiatan Telfot sepanjang 1466 meter, lebar 3 meter. Material yang digunakan dalam pelaksanaan perkerasan jalan (Telfot) desa Rimo Bunga tidak sesuai dengan material yang sudah ditampung anggarannya di Rencana Anggaran Biaya (RAB) T.A 2017 lalu.

Ironisnya, keluhan masyarakat terkait pembangunan Telfot yang disebut asal jadi itu, sudah di informasikan dan disampaikan langsung oleh Ketua DPC L.A.I – BPAN Karo kepada Camat Mardinding, Juspri Nadeak, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Karo, Abel Tarigan. Saat itu, dihadapan Kepala BPMPD Kabupaten Karo ada pengakuan dari Camat Mardinding bahwa akan segera diperbaiki. Namun, janji hanya tinggal janji, perbaikan itu sama sekali tidak pernah ada sampai saat ini. Hingga membuat L.A.I – BPAN Karo merasa terpancing dan segera menyerahkan laporan hasil investigasi kepihak penegak hukum.

Laporan Pengaduan (LP) yang diterima langsung oleh mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksan Negeri Langkat itu mendapat tanggapan yang positif, dan mengapresiasi tindakan L.A.I – BPAN Karo.

“Sebenarnya, Kami telah melakukan sosialisasi Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) terhadap seluruh Kepala desa di tanah Karo ini, “ucap Gloria Sinuhaji,SH.,MH diruang kerja Kasi Intel Kejaksan Negri Karo, Kamis.

Namun, sambung Kajari melanjutkan lagi, walaupun kita telah mensosialisasikan TP4D, mungkin masih ada Kepala desa yang nakal, dan berani mempermainkan program Pemerintah Pusat dalam Membangun bersama Desa. Hal seperti ini akan kita tindak tegas, tidak akan ada tolelir buat oknum atau Kepala Desa yang menyelewengkan uang Negara, “ujar pria yang menggunakan baju batik itu kepada Ketua dan sekretaris L.A.I – BPAN Karo.

Dikatakan Sinuhaji lagi, ada Kepala Desa yang telah melapor kepada Kami bahwa, mereka telah di intimidasi dan diperas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan telah kami sarankan agar segera melaporkan kepada kami, siapa yang melakukan intimidasi dan pemerasan itu pasti kita tangkap, “imbuhnya sambil menghubungi oknum yang diduga telah melaporkan adanya intimidasi dan pemerasan terhadap Kades.

Gloria Sinuhaji mengatakan akan segera menindak lanjuti laporan pengaduan yang diserahkan secara resmi oleh Ketua DPC L.A.I – BPAN Karo, Sarjana Ginting dan Sekretaris, Martinus sembiring, tentunya setelah melalui tahapan sesuai dengan prosedur pada Kejaksan.

Dikatakan Sinuhaji lagi, “sekaitan penanganan kasus dugaan korupsi yang telah kami terima laporannya dari L.A.I – BPANA Karo, apabila nantinya ada perbuatan melawan hukum atau adanya indikasi kerugian keuangan Negara, kita akan panggil saksi ahlinya dari Inspektorat atau PU, atau Teknik Sipil, bahkan bisa dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), “ungkap Sinuhaji yang berdampingan dengan Kasi Intel Kejaksan Negri Karo.

Gloria Sinuhaji mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat dan Lembaga yang ada, agar nantinya jika ada temuan dilapangan perbuatan melanggar hukum agar segera melaporkan kepada pihaknya. Mantan Koordinator kejaksan Tinggi di Papua itu mengecam keras sekaitan adanya Oknum Kepala Desa yang berani bermain-main dengan penggunaan Dana Desa. “Kita tidak akan main –main menangani laporan pengaduan masyarakat dan Lembaga yang ada.Dan jika ada Kepala Desa yang berani main-main, pasti akan kita sikat, karena Dana Desa itu dikelola untuk membangun desa, demi kepentingan desa dan masyarakatnya, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu dari Kepala desa itu, “ujar pria yang merupakan putra asli Tanah Karo, dan mempersunting Beru Perangin-angin dari Kuta Buluh simole.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Intelijen Kejaksan Negeri Karo, Arif Kadarman,SH mengatakan, Seksi Intelijen mempunyai tugas melakukan kegiatan intelijen yustisial dibidang idiologi, politik, ekonomi, keuangan, social budaya dan pertahanan keamanan untuk mendukung kebijaksanaan penegakan hukum dan keadilan, ujarnya menambahkan lagi, baik itu preventif maupun represif melaksanakan dan atau turut serta menyelenggarakan ketertiban dan ketentraman umum, serta pengamanan pembangunan Nasional.

"Dalam hal ini, Laporan tentang dugaan tindak pidana korupsi, yang memiliki indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi akan ditindaklanjuti, Kami berharap saudara bersabar menunggu. Bersama Pak Kajari, kami akan bentuk TIM Penyelidik, ”ungkap Arif, sambil membuatkan tanda bukti penerimaan laporan pengaduan yang ia terima.

 

(RAMA, FAKTASUMUT.com)